1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer>
KMA RESMIKAN SIPP VERSI TERBARU

KMA RESMIKAN SIPP VERSI TERBARU

Artikel Berita >> Berita

  Ini adalah karya dari putra putri terpilih dari empat…

More...
Ketua MA : Kerja Keras, Cerdas, Ikhlas dan Tuntas

Ketua MA : Kerja Keras, Cerdas, Ikhlas dan Tuntas

Artikel Berita >> Berita

  Ketua harus mampu mengikuti akselerasi derap langkah pembaruan

More...
“KEADILAN BUKAN BASA BASI”

“KEADILAN BUKAN BASA BASI”

Artikel Berita >> Berita

  Sidang Terpadu adalah Salah Satu Contoh Nyata Dalam Upaya…

More...
Strategi Mempertahankan WTP

Strategi Mempertahankan WTP

Artikel Berita >> Berita

  Operator yang Kapabel dan Berintegritas

More...
Sekretaris MA: Masa Depan Tenaga TI di Pengadilan Cerah

Sekretaris MA: Masa Depan Tenaga TI di Pengadilan Cerah

Artikel Berita >> Berita

  “Pengelola TI adalah pahlawan,”

More...
Keterbukaan Adalah Jiwa Keadilan

Keterbukaan Adalah Jiwa Keadilan

Artikel Berita >> Berita

Keterbukaan membuat hakim diadili ketika ia mengadili. "Tidak akan ada keadilan tanpa keterbukaan”

  “keterbukaan adalah jiwa keadilan; taji tertajam dan penjaga terkuat dalam…

More...
Hakim Bagaikan Ikan di Aquarium

Hakim Bagaikan Ikan di Aquarium

Artikel Berita >> Berita

Saya mengingatkan kepada para hakim untuk menjaga keharuman almamater

  "Kehadiran teknologi informasi yang mampu membuat jarak dan dunia semakin…

More...
Enam Fakta Tentang Peradilan Agama

Enam Fakta Tentang Peradilan Agama

Artikel Berita >> Berita

Hakim honorer, Hakim wanita, Kitab kuning, Pengacara syariah, 200 Kuesioner dan Larangan kasasi

Hakim honorer, Hakim wanita, Kitab kuning, Pengacara syariah, 200 Kuesioner dan Larangan kasasi  

More...
MA Minta Kenaikan Gaji Dibarengi Perbaikan Kinerja

MA Minta Kenaikan Gaji Dibarengi Perbaikan Kinerja

Artikel Berita >> Berita

MA berharap kenaikan gaji itu dibarengi dengan perbaikan kinerja dan citra hakim.

  Suap yang terjadi selama ini tidak semata karena persoalan ekonomi. Namun, lebih karena persoalan integritas hakim yang…

More...
Pemimpin Yang "JAIM"

Pemimpin Yang "JAIM"

Artikel Berita >> Berita

Sang Bos tidak begitu menguasai tentang masalah teknis, apalagi yang nonteknis, seperti administrasi keuangan, aset dan TI,”.

  Menjaga integritas, meningkatkan kualitas SDM, memanfaatkan TI dan melaksanakan pelayanan publik, seorang pemimpin harus terjun langsung memberikan arahan-arahan dan…

More...
Frontpage Slideshow | Copyright © 2006-2011 JoomlaWorks, a business unit of Nuevvo Webware Ltd.

Fokus Headlines

  • Es Krim, Baso dan Teknologi Informasi -

     Es Krim, Baso dan Teknologi Informasi

    *

    Akhir musim gugur 1988. Saya masih ingat ketika itu. Baru saja saya mengikuti kelas “Islamic Intellectual History” yang diberikan oleh Prof Mustansir Mir pada jam pertama. Lalu menunggu jam kedua, pelajaran “Medieval Neareastern Literature” dari Prof Bellamy.  Saya duduk di dekat jendela di lantai dua, di salah satu ruang kuliyah University of Michigan, Amerika Serikat. Saat itu adalah semester pertama saya mengikuti kuliyah di universitas yang cukup ternama, yang berlokasi di kota kecil Ann Arbor, negara bagian Michigan, 45 mil sebelah barat kota industri Detroit.

    Saya sedang menikmati kesendirian, sebab memang di bulan-bulan awal sekolah di sana, saya banyak menyendiri dan kesepian. Maklum, saat itu, isteri yang sangat saya cintai, terpaksa dikembalikan dulu ke rumah orang tuanya, di Tasikmalaya, bersama keempat anak kami yang masih kecil-kecil. Tidak mungkin sekolah ke negeri orang  membawa mereka semua, atau sebagian.

    Menerawang ke luar jendela, saya melihat suasana redup dan sayu. Matahari sudah sekian lama jarang menampakkan dirinya. Kalaupun ia muncul, panasnya tidak begitu terasa sebab posisinya sedang menjauh menuju ke arah selatan. Sehingga suhu udara selalu dingin. Apalagi kalau angin bertiup, rasa dingin merasuk ke sekujur tubuh, menjadikan orang-orang yang bepergian ke luar rumah harus selalu berpakaian tebal, walaupun musim dingin belum datang dan salju belum turun.

    Di sekitar, terlihat pepohonan hanya tinggal ranting-ranting yang nampak artistik, sedap dipandang mata.  Hampir semua pepohonan daunnya gugur akibat musim panas yang panjang selama  tiga bulan. Dahan dan rantingnya yang tanpa daun nampak  indah dan mengagumkan. Semakin ke ujung, dahan dan ranting itu semakin kecil, dengan pola yang macam-macam sesuai jenis tumbuhannya, namun tetap indah. “Subhanalloh”, saya berguman. Pemandangan indah yang tak pernah saya lihat sebelumnya. Pemandangan seperti itu takkan pernah kita lihat di tanah air, sebab pergantian musimnya lain.

    Di jalan dalam kampus, nampak para mahasiswa -dan juga dosen- berpakaian tebal hilir mudik berjalan bergegas. Pada umumnya mereka sedang menuju kelas masing-masing setelah selesai mengikuti suatu kuliyah, kemudian berpindah gedung, mengejar pelajaran lainnya.

    Tiba-tiba, tidak sengaja, pandangan saya tertuju ke suatu pojokan jalan yang sedikit jauh dari tempat saya menerawang. Di salah satu kios deretan pertokoan kampus, tampak ada beberapa orang antri. Pada umumnya mahasiswa. Mereka, dengan berbaju tebal dan menggendong tas buku, sabar antri di sepanjang trotoar depan kios itu. Jumlah antrian kadang lima, enam, bahkan sampai sekitar sepuluh orang. Mereka datang silih berganti. “Sedang antri apa mereka di udara sedingin ini?”, pikir saya.

    Setelah memperhatikan sedikit lama, dan harus mengerutkan kening sebab jaraknya agak jauh, saya baru tahu.  Masyaalloh, kiranya mereka  sedang antri es krim. Setelah mendapatkannya, mereka langsung pergi sambil menikmati hasil antriannya.

    Tidak habis pikir ketika itu. Di udara yang sangat dingin, mengapa mereka rela antri cukup lama untuk mendapatkan secangkir kertas es krim, lalu langsung menyantapnya. Bukankah es krim itu makanan yang juga dingin? atau mungkin es krimnya tidak dingin?, atau barangkali es krim itu hangat? atau es krim itu mengandung obat? Mengapa mereka tidak tambah kedinginan? malah nampak ketagihan?

    **

    Hari-hari berikutnya saya selalu memperhatikan  antrian peminat es krim itu, terutama pada jam-jam istirahat kelas. Sementara, pertanyaan-pertanyaan yang ada pada benak saya masih belum menemui jawabannya. Saya belum sempat bertanya kepada siapun. Sampai akhirnya datang kesempatan, saya bertanya kepada seorang kenalan baru, ketika itu, seorang ibu  setengah baya, yang  pernah berkunjung dua tiga kali ke Indonesia.

    Jawabannya sangat singkat, tapi juga penuh makna. “It’s a culture, Wahyu”, kata Si Ibu itu. Ia menambahkan sambil senyum bahwa di Jakartapun, udaranya panas, namun banyak orang suka makan dan ketagihan baso.

    Iya juga, pikir saya. Apalagi baso yang enak itu adalah baso yang kuahnya pedas, dimakan masih dalam keadaan panas.  Makan baso juga tidak dibatasi waktu. Bagi pecintanya, makan baso di waktu pagi, siang, malam, sama saja.  Walaupun cuaca panas, ruangan penjual baso juga sumpek dan panas, tapi tetap banyak orang yang  setia dan menikmati baso favoritnya itu, walaupun setelahnya, sekujur badan basah kuyup oleh keringat. Mereka tetap merasa nikmat dan puas. Dan lalu, lain hari datang lagi.

    ***

    Dalam suasana pembudayaan Teknologi Informasi di lingkungan Peradilan Agama yang belakangan ini sedang kita lakukan, saya jadi ingat kembali kata-kata jawaban si Ibu kenalan saya di Amerika itu, “It’s a culture, Wahyu”. Lalu, apa sih sebenarnya yang dikatakan sebagai “a culture”, yang biasa kita terjemahkan sebagai “budaya” itu.

    Paul Procter dalam kamusnya, “Longman Dictionary of Contemporary English”, menulis bahwa salah satu arti “culture”  adalah “customs of a society”, kebiasaan suatu masyarakat. Memang benar juga. Makan es krim walau di musim dingin bagi orang Amerika, atau makan baso panas dan pedas walau di terik matahari bagi anak-anak muda Indonesia, itu kan kebiasaan masyarakat, yang sudah sejak entah kapan dilakukannya. Pantaslah kalau si Ibu itu menyebutnya “a culture”.

    Tapi pasti, kebiasaan masyarakat itu tidak timbul dengan sendirinya. Memerlukan proses. Sesuatu akan menjadi kebiasaan, apabila apa yang dilakukannya dirasa enak, nikmat, mudah, murah, aman, nyaman dan seterusnya. Pendek kata menyenangkan dan masyarakatnya menerima, tidak melarangnya.

    Bisa saja terjadi, jika diukur oleh suatu nilai atau norma,  pekerjaan itu tidak atau kurang baik, tapi karena masyarakat menerimanya, akhirnya menjadi kebiasaan juga. Banyak contoh tentang ini.

    Memang, yang bagus itu adalah hal yang baik, lalu dilakukan bersama-sama secara masif,  spontanitas atau dengan perencanaan, yang menimbulkan manfaat besar bagi dirinya dan masyarakatnya, akhirnya menjadi suatu kebutuhan, bahkan ketagihan.

    Itulah yang ingin kita perjuangkan bersama dalam pembudayaan pemanfaatan Teknologi Informasi. Manfaat dari penggunaan Teknologi Informasi sudah jelas, tidak ada yang membantahnya. Yang perlu kita perjuangkan adalah bagaimana agar pemanfaatan Teknologi Informasi itu dirasa mudah, murah, aman, nyaman, enak, nikmat dan membuat manfaat besar bagi dirinya dan masyarakatnya. Pendek kata, yang kita perjuangkan adalah bagaimana agar pemanfaatan Teknologi Informasi itu menjadi suatu budaya.

    Sebagai orang peradilan, kita rasanya perlu memperhatikan serius terhadap apa yang ditulis Dr. Dory Reiling, Hakim Pengadilan di Amsterdam yang ahli Teknologi Informasi itu,  yang saya seringkali menyampaikannya dimana-mana. Kadang-kadang saya merasa malu, karena yang saya omongkan dalam banyak kesempatan, itu melulu. Tapi tidak apa-apa. Saya coba buang jauh-jauh rasa malu itu, sebab apa yang ditulis oleh Dr Dory pada disertasinya, “Technology for Justice”, 100% saya setuju. Dan kawan-kawanpun sepertinya tidak ada yang membantahnya. Disertasi yang telah dibukukan itu sangat memotivasi insan peradilan untuk membudayakan pemanfaatan Teknologi Informasi di lingkungan peradilan.

    Mari kita perhatikan apa yang ia tulis: Over the centuries and all over the world, three major complaints have been heard that can still be heard today: (1) Court processes take too long, (2) Courts are difficult to access, (3) Judges (courts) are corrupt.  … each of them can be resolved with information technology”. (hal. 17).  Katanya lagi, “Information Technology is the most striking  factor in changing the world in our era.”(hal. 16)

    Jadi kalau kita, orang-orang peradilan, terhadap pemanfaatan TI,  sudah seperti orang Amerika dalam hal menyukai es krim, atau sudah seperti anak-anak muda kita dalam menikmati baso, atau sudah seperti apa kata si Ibu Amerika yang menyebutnya “it’s a culture”, ditambah dengan integritas tinggi, saya yakin keluhan masyarakat dunia terhadap peradilan, sebagaimana dikatakan Dr Dory, akan sirna dengan sendirinya.

    Jika hal itu terjadi, maka masyarakat akan merasa mudah, murah, aman, nyaman, enak dan nikmat jika berhubungan dengan peradilan. Dan ini berarti, visi Mahkamah Agung  sudah berada dekat di depan mata kita.

    Tapi, kapan itu? Jawabannya ada pada diri kita, dan tergantung pada kita masing-masing, sebagai insan peradilan. (WW).

  • Peraturan Sek MA.RI Tentang Sasaran Kinerja Individu -

    PERATURAN SEKRETARIS MA.RI TENTANG SASARAN KINERJA INDIVIDU

Perubahan Alamat Kantor Sementara

Alamat Sementara

Perubahan Biaya Radius

Perubahan Biaya Radius Tahun 2016 dapat diunduh disini

SIDANG TERPADU PA. DONGGALA

Ditulis oleh Muh. Salehudin 25 Mei 2016

SIDANG TERPADU PENGADILAN AGAMA DONGGALA


DSC 0120Donggala-admin: Pelaksanaan sidang terpadu Pengadilan Agama Donggala merupakan implementasi PERMA Nomor 1 tahun 2015 Tentang Pelayanan Terpadu  sidang keliling Pengadilan Negeri/Mahkamah Syar’iyah dalam rangka penerbitan akta perkawinan, buku nikah dan akta kelahiran. Sidang terpadu di Kecamatan Sirenja ini sebanyak 50 perkara yaitu nomor 0040/Pdt.P/2016/PA Dgl s/d nomor 0089/Pdt.P/2016/PA Dgl. Pelaksanaan sidang terpadu yang dilaksanakan oleh Pengadilan Agama Donggala di Sirenja ini adalah kali kedua setelah sidang terpadu di Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala sebanyak 20 Perkara pada tanggal 1 Maret 2016.

Sidang terpadu tanggal 11 April 2016 dan tanggal 18 April 2016 Pengadilan Agama Donggala menurunkan 5 hakim tunggal (termasuk ibu KPA Donggala), 5 orang Panitera Pengganti dan 5 orang Jurusita Pengganti. Sidang ini diikuti oleh 50 Pasang yang akan diisbathkan pernikahannya dan dihadiri oleh masing-masing 2 orang saksi. Hadir pula mendampingiPejabat dari Kemenag Donggala dan Kepala KUA Kecamatan Sirenja, sekertaris wilayah Kecamatan Sirenja, kabupaten Donggala (Drs. Jumaqabil, M.Si dan 3 orang Kepala Desa. Sidang berlangsung dengan lancar meskipun ada 2 pasangan yang ditunda sidangnya ke tanggal 18 April 2016.

 

 

Sinergi & Semangat Terus Dalam Mempertahankan WTP

Ditulis oleh Muh. Salehudin 25 Mei 2016

Kepala BUA MA “ Sinergi dan Semangat Terus Dalam Mempertahankan WTP ”

 

mahkamah-agungJakarta-Humas, Rabu (18/05). Bertempat di Ballroom Hotel Golden Butik – Jakarta, Biro Keuangan Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung RI menyelenggarakan Sosialisasi Sistem Akuntansi Instansi Berbasis Akrual Tahun 2016, dengan Sinergi dan Semangat dalam rangka Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis Akrual yang lebih Berkualitas dan Reformasi Birokrasi di Lingkungan Mahkamah Agung RI. 

Kegiatan ini diawali dengan laporan Ketua Panitia Pelaksana oleh Kepala Biro Keuangan Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung RI (MA RI), Bpk. H. Sutisna, S. Sos., Mpd. Dalam laporannya Sutisna menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini guna mempelajari system laporan keuangan berbasis akrual dengan sosiallisasi ini agar peserta dapat memahami dalam laporan keuangan berbasis akrual yang berkualitas, para operator, para pengelola keuangan serta para murid terbaik mulai dari tingkat Satuan Kerja (Satker) Koordinator Wilayah (Korwil) Eselon I sampai tingkat Lembaga akan mendapatkan pencerahan dari para narasumber yang berasal dari direktorat perbendaharaan daninfentaris kekayaan Negara di samping itu para peserta juga akan di tes dengan cara pengisian soal yang di berikan oleh para narasumber berupa posttest dan pristest dalam rangka mengukur sejauh mana pengetahuan para peserta ini di bidang laporan keuangan, simak BMN dan SAIBA. pada kegiatan ini diharapkan terjadi interaksi aktif antara pembina dan peserta.

 

KMA RESMIKAN SIPP VERSI TERBARU

Ditulis oleh Ichal Bakri 09 Mei 2016

 KMA RESMIKAN SIPP VERSI TERBARU 

 

kma baliBali-Humas: Ketua Mahkamah Agung, Prof. Dr. H.M. Hatta Ali, SH., MH,. meresmikan peluncuran aplikasi SIPP (Sistem Informasi Penelusuran Perkara) Versi 3.1.2. Senin, 9 Mei 2016 di ruang Sahid hotel Sheraton, Denpasar. Pada kesempatan ini Hatta Ali juga meresmikan peluncuran dua kebijakan penting Mahkamah Agung, pertama Perma (Peraturan Mahkamah Agung) Nomor 2 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penyelesaian Gugatan Sederhana dan kedua Sema (Surat Edaran Mahkamah Agung) Tahun 2016 tentang Peningkatan Efisiensi dan Transparansi Penanganan Perkara Kepailitan dan Kewajiban Pembayaran Utang di Pengadilan. 

Terkait SIPP, Hatta Ali mengatakan bahwa SIPP versi terbaru 3.1.2 sangat istimewa karena dibangun dan dikembangkan sendiri oleh warga Mahkamah Agung dan Badan Peradilan di bawahnya. "Ini adalah karya dari putra putri terpilih dari empat Lingkungan Peradilan" ucap Hatta yang disambut tepuk tangan para undangan.

Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas, Kerja Tuntas

Ditulis oleh Ichal Bakri 24 Maret 2016

KETUA MA: "KERJA KERAS, KERJA CERDAS, KERJA IKHLAS SERTA KERJA TUNTAS"

 

IMG 4809Jakarta-Humas: Ketua Mahkamah Agung, Prof. Dr. M. Hatta Ali., SH., MH., melantik 32 Ketua Pengadilan Tingkat Banding pada Kamis 24 Maret 2016 pukul 11.00 WIB di ruang Prof. Dr. Kusumah Atmadja Gedung Mahkamah Agung. Pelantikan ini mengacu pada surat keputusan Ketua Mahkamah Nomor: 330/Djmt/Kep/10/2015 Tanggal 1 Oktober 2015, Nomor:33/KMA/SK/III/2016 Tanggal 7 Maret 2016 dan Nomor : 35/KMA/SK/III/2016 Tanggal 7 Maret 2016 Tentang Promosi, Mutasi Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi, Pengadilan Tinggi Agama dan Pengadilan Militer Tinggi.

Dalam sambutannya di sela-sela acara, Hatta Ali mengingatkan kepada semua yang dilantik bahwa tantangan sebagai pimpinan pada badan peradilan dewasa ini tidaklah ringan dan makin kompleks ke depannya. Hatta berharap bahwa para Ketua yang baru dilantik harus mampu mengikuti akselerasi derap langkah pembaruan yang dikoordinasi oleh Ketua MA dan harus bisa memastikan bahwa jajaran di bawah pimpinan masing-masing harus bergerak ke arah yang sama, sambil mencegah kemungkinan terjadinya kesalahan-kesalahan berulang yang selalu menghantui kredibilitas lembaga peradilan, seperti praktek mafia peradilan, buruknya pelayanan dan kurangnya disiplin kerja.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Vivamus id massa. Ut a sapien in purus tempor lacinia.

Loading feeds...

Created by SopanTech Solutions

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
Joomla! Slideshow

Other Menu

Ketua PA Donggala

tumisah

Dra. TUMISAH

Syndication

Informasi 1

Justice For All

Interactive

pekka

pojok

Terjemah Bahasa

Cari Nomor Perkara

Nomor Perkara :

Video Peradilan

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda tentang Pelayanan pada Kantor kami

 

 

 

 


  Hasil

Tautan Eksternal

Tautan Aplikasi

 alt



alt


alt


sms_icon

Mahkamah Agung R.I.

 alt


alt


badilum


eeesyariah


dilmiltun


header


litbangkumdil


JDIH

 

Link Terkait

 IKON KHES


e-doc-new


justice


legislasi


hasil_rakernas


legalitas org

Informasi

OnClick Update SIADPA

 

Download Update Aplikasi
SIADPTA PLUS  & SIADPA PLUS
Untuk Aplikasi Online dapat melalui SIADPA Web Online

Jam Pelayanan

Senin - Kamis   : Pukul 08.00 - 16.30
Jum'at   : Pukul 08.00 - 17.00
Jadwal Sidang
Senin - kamis   : Pukul 09.00 - Selesai